Tampilkan postingan dengan label TASAWUF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASAWUF. Tampilkan semua postingan

SOMBONG


 Oleh : HM. Hafiz Yazid


Sombong adalah menghina dan memadang rendah orang lain. Alangkah besarnya dosa orang sombong, sampai-sampai Allah tidak mengizinkan mereka untuk memasuki surga, walaupun hanya memiliki sedikit saja dari sifat sombong itu. Hal ini dikarenakan, di dalam sifat sombong itu ada tiga kejelekan yang besar.

Pertama, orang yang sombong adalah orang yang mencabut sifat sombong Allah, karena sombong adalah sifat khusus bagi Allah dan selendang-Nya, sebagaimana yang dijelaskan Rasul dalam hadisnya. Kedua, orang yang sombong adalah orang yang mengingkari kebenaran dan  merendahkan orang lain. Ketiga, sifat sombong adalah lawan dari semua sifat yang terpuji, karena orang yang sombong adalah orang yang tidak mampu mencintai manusia apa-apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri. Mereka juga tidak sanggup bersifat tawaduk, tidak sanggup meninggalkan sifat hasad dan ghadhab (amarah). Mereka juga tidak sanggup menahan amarah, lemah lembut  dalam nasihat, serta meninggalkan riya. Demikian penjelasan Imam al-Ghazali dalam bukunya Kitab al-Arba’in fi Ushul ad-Din.
Sebab-sebab yang menimbulkan Sifat Sombong

1.       Ilmu Pengetahuan
2.       Amal dan Ibadah
3.       Sombong karena Garis Keturunan
4.       Bangga dengan Kecantikan
5.       Bangga dengan Harta
6.       Sombong dengan Kekuatan
7.       Bangga dengan  pengikut, penolong, keluarga, dan kerabat

 Baca Selengkapnya....
Mirror 

AL-KHAUF DAN AR-RAJA'

(RASA TAKUT DAN HARAP)

Oleh : HM. Hafiz Yazid

       Rasa takut dan harap laksana dua sayap, dimana para Muqorrobun terbang dengan keduanya menuju setip maqam (kedudukan) yang mulia. Dan rasa takut dan harap juga laksana dua tunggangan, dimana dengan mengendarai keduanya ditempulah segala rintangan jalan menuju akhirat. Maka tidak ada yang dapat menuntun seseorang untuk dekat  kepada Allah yang Maha Pengasih dan hakikat surga melainkan rasa harap, sebagaimana tidak ada yang dapat merintangi seseorang dari siksaan neraka dan azab yang pedih melainkan rasa takut.
          Imam Al-Qusyairy menukil dari Imam Abu Ali Ar-Ruzbari beliau berkata " rasa takut dan harap laksana dua sayap burung, apabila keduanya seimbang maka seimbang dan sempurnalah terbangnya, apabila berkurang salah satunya maka terjadilah ketimpangan dan jika hilang salah satunya maka burung tersebut seakan dalam sekarat.
Al-Khauf (rasa tkut) : sebuah ungkapan tentang rasa perih dan terbakarnya hati karena menanti sesuatu yang dibenci dikemudian hari. Ungkapan lain dari Khauf adalah Al- Faz'u, Ar-Ro'u, Ar-Rohbu, Al-Khifatu, dan Al-Khasyah.
Imam Abu Ali Ad-Daqqoq r.a berkata " Al-Khauf (rasa takut) memiliki tingkatan
1. Al-Khauf : merupakan syarat Iman, Iman seorang hamba dapat memberikannya rasa takut
2. Al-Khosyah : merupakan syarat Ilmu, jadi ilmu seseorang hamba dapat memberikanya Al-Khosyah
3. Al-Haibah : merupakan syarat Ma'rifat seorang hamba dapat menumbuhkan haibah pada dirinya

Definisi Raja'
- Ketergantungan hati untuk mencapai sesuatu yang diinginkan pada masa yang akan datang
- Perasaan tenteram terhadap karunia Allah SWT yang diiringi dengan bukti amal perbuatan dalam semua hal, andai tidak diiringi dengan bukti amal perbuatan maka disebut sebagai Ghufur (tipu daya).

Baca Selengkapnya....

AL-QALB

Oleh: HM. Hafiz Yazid

 Rasul SAW. bersabda:
        "Ingatlah! Sungguh, dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila baik, maka baiklah seluruh tubuh. Apabila buruk, maka buruklah seluruh tubu. Segumpal daging itu adalah hati."(HR. al-Bukhari dan Muslim)
            Jika ingin menjadi orang baik, pertama yang harus diperbaiki adalah hati. Al-Imam al-Ghazali menegaskan bahwa hati laksana raja, dan anggota tubuh ibarat rakyatnya. Apabilaraja baik, rakyatnya akan baik. Sebaliknya, jika raja tidak baik, maka rakyatnya juga tidak baik.

Dalam hadist lain, Rasul Saw. bersabda:
          "Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan bentukmu, tetapi Allah melihat hatimu." (HR. Muslim)
             Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa hati terbagi pada tiga;
1. Hati yang sehat, adalah hati yang salim. Tidak ada yang selamat di hari Kiamat kecuali dengan hati yang salim.
2. Hati yang mati, adalah hati yang tidak hidup, yang tidak mengenal Tuhannya, tidak mematuhi perintah-Nya, dan tidak mengerjakan apa yang Allah sukai dan ridhai
3. Hati yang sakit, adalah hati yang hidup namun berpenyakitan, yang terkadangbaik, dan terkadang buruk. Di suatu waktu ia cinta kepada Allah, mengimani-Nya, ikhlas karena-Nya, dan tawakkal kepada-Nya.

CUKUPLAH DENGAN ALLAH, BUKAN YANG LAIN!


Oleh: HM. Hafiz Yazid

                Al-Imam Ibnu Atha’illah as-Sakandari berkata:
“Ketika Allah memberkatimu dengan ketaatan dan merasa cukup hanya dengan-Nya, maka ketahuilah, bahwa Dia telah menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya kepadamu secara lahiriah maupun batiniah.
                Asy-Syaikh Abdullah asy-Syaqawi menjelaskan: Ketika Allah memberkatimu dengan ketaatan, maksudnya menjunjung tinggi segala perintah dan menjauhi segala larangan pada zahirmu. dan merasa cukup hanya dengan-Nya, dengan tidak berpegang dengan ketaatan itu dalam mencapai keinginanmu, tapi gantungkanlah hatimu hanya pada Allah, serta hilangkan selain Allah. maka ketahuilah, bahwa Dia telah menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya kepadamu secara lahiriah maupun batiniah, adalah makrifatmu yang ditetapkan bagimu untuk tidak menghiraukannya dan melihatnya.
                Ibnu Abbad mengatakan bahwa yang dituntut dari seorang hamba ada dua: pertama, menjalankan perintah Allah pada zahir, kedua, bergantung hanya kepada Allah dalam batin. Apabila Allah menganugerahkan seorang hamba dua hal ini, maka Allah telah menyempurnakan nikmat-nikmat kepadanya secara lahiriah maupun batiniah, serta menyampaikannya pada harapan yan luhur di dunia dan akhirat.
                Syaikh Ahmad Zarruq al-Fasi berkata bahwa yang demikian adalah mengerjakan perintah Allah bukan karena sesuatu, mengharap dari Allah kebaikan dunia dan akhirat bukan dengan sebab sesuatu. Ia hanya bergatungkepada Allah, bukan kepada ‘illat atau sebab.

HASAD

Oleh: Dr. Ardiansyah, MA

        Maaf, makalah beliau masih belum keluar, tapi Antum dapat mendownload ceramahnya di bawah ini.


PINTU TA'AT

Oleh: Hafiz Yazid

      Maaf, saya belum menerima makalah beliau, karena makalah beliau memang masih belum keluar, tapi saya telah merekam apa yang telah beliau sampaikan. Sebenarnya judulnya adalah Pintu Ta'at, tapi lebih mengarah ke dosa berbuah pahala..